Rabu, 26 Juni 2013

MANAJEMEN PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN KAPASITAS PKBM

MANAJEMEN PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN KAPASITAS PKBM
OLEH: Drs. ANWAR, M.Pd
DEKAN FAKULTAS KEJURUAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP)
 UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN

6 Aspek dalam konsep PKBM

  1. Filosofi  PKBM,
Filosofi PKBM adalah  “Dari , Oleh dan Untuk Masyarakat”.
Dari Masyarakat  :    *     Merupakan inisiatif dari masyarakat,
      * Peran pemerintah dan pihak lain hanya                                            berupa proses sosialisasi, motivasi, stimulasi           dan pelatihan.
Oleh Masyarakat  :   *      Sepenuhnya menjadi tanggung jawab masyarakat
                                      *      Adanya semangat kemandirian dan  kegotongroyongan.
Untuk Masyarakat :  *      Harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan                                              masyarakat  
PKBM  ( Pusat  Kegiatan  Belajar  Masyarakat )
v  Pusat :
ü  PKBM harus terkelola  dan terlembagakan dengan baik,
ü  Jika tidak terkelola dan terlembagakan dengan baik dan tidak terpadu maka keberlanjutan dan mutu kegiatan sulit dipertahankan dan ditingkatkan  
v  Kegiatan  : 
ü  Diselenggarakan kegiatan yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat setempat.
ü  Kegiatan sangat tergantung pada konteks kebutuhan dan          situasi kondisi masyarakat setempat
v  Belajar: 
ü  Terciptanya suatu proses transformasi dan peningkatan kapasitas          anggota  komunitas tersebut ke arah yang lebih positif. 

v  Masyarakat : 
ü   Memajukan dirinya sendiri secara bersama-sama.

  1. Tujuan PKBM,
Tujuan  keberadaan PKBM adalah terwujudnya peningkatan kualitas hidup komunitas  tersebut dalam arti luas.

  1. Bidang Kegiatan PKBM,
Kegiatan PKBM  dikelompokkan dalam 3 bidang kegiatan :
1.      Kegiatan Pembelajaran  (learning activities)

Ø  Program Pendidikan Anak Usia Dini,
Ø  Program Pendidikan Kesetaraan SD (Paket A), SMP (Paket B), SMA (Paket C),
Ø  Program Pendidikan Moral dan Spiritual,
Ø  Program Pendidikan Vokasional,
Ø  Program Pendidikan Kewarganegaraan,
Ø  Program Pendidikan Kerumahtanggaan,
Ø  Program Pendidikan Kewirausahaan,
Ø  Program Pendidikan Seni dan Budaya,
Ø  Program Pendidikan Hobi dan Minat,
Ø  Program Pendidikan Keaksaraan Fungsional,
Ø  Dan lain-lain.

2.      Kegiatan Usaha Ekonomi Produktif (busines activities)
Ø  Unit Usaha PKBM,
Ø  Kelompok Belajar Usaha,
Ø  Pengembangan Usaha Warga Masyarakat,
Ø  Kerjasama dan Jaringan Usaha Masyarakat,
Ø  Upaya-upaya Peningkatan Produktivitas Masyarakat,
Ø  Penciptaaan Lapangan Pekerjaan Baru,
Ø  Dan sebagainya.



3.      Kegiatan Pengembangan Masyarakat (community development activities).
Ø  Penguatan sarana/prasarana/infrastruktur baik fisik maupun nonfisik,
Ø  Penguatan kohesivitas diantara masyarakat,
Ø  Perbaikan dan pengembangan lingkungan,
Ø  Pengembangan  pembudayaan bahasa  dan budaya asli komunitas tersebut,
Ø  Pembaharuan sistem kaderisasi kepemimpinan di komunitas tersebut,
Ø  Pembahruan sistem administrasi pemerintahan di komunitas tersebut,
Ø  Pembaharuan dan penguatan pranata sosial yang ada di komunitas tersebut,
Ø  Penyuluhan hukum, kesehatan, lingkungan, dll,
Ø  Penciptaan, penguatan dan reorientasi suatu budaya tertentu,
  1. Parameter PKBM,
Adapun Parameter PKBM :
1.    Partisipasi Masyarakat  (Comunnity Participation),
2.    Manfaat Bagi Masyarakat  (Impact),
3.    Mutu dan Relevansi Program,
4.    Kemandirian dan Keberlanjutan Lembaga (Sustainability).

  1. Komponen PKBM,
          Adapun komponen-komponen PKBM :

1.    Komunitas binaan/Sasaran,
2.    Warga belajar,
3.    Pendidik/Tutor/Infrastruktur/Narasumber Teknis
4.    Penyelenggara dan Pengelola
5.    Mitra PKBM

  1. Karakter PKBM.
Karakter yang harus dikembangkan dalam suatu PKBM :
Ø  Keperdulian terhadap yang lebih berkekurangan
Ø  Kemandirian dalam penyelenggaraan,
Ø  Kebersamaan dalam kemajuan,
Ø  Kebermakanaan setiap program dan kegiatan,
Ø  Kemitraan dengan semua pihak yang ingin berpartisipasi dan berkontribusi,
Ø  Fleksibilitas program dalam penyelenggaraan,
Ø  Pembaharuan diri yang terus menerus (Continuous Improvemen)

Strategi Pengelolaan & Pengembangan Kapasitas Kelembagaan PKBM
Kapasitas merupakan pengetahuan, keterampilan dan tingkah laku yang dibutuhkan bagi individu untuk berfungsi secara efektif dan efisien dalam pekerjaan tertentu.
PKBM :
Ø   Sebagai Penyelenggara Program Pendidikan,
Ø   Menjadi sarana Pengembangan Masyarakat Secara individu maupun kelompok.

Program Pendidikan PKBM
Ø  Program PAUD,
Ø  Keaksaraan dan Fungsional,
Ø  Kejar paket A ,
Ø  Kejar paket B Subsidi,
Ø  Kejar paket C Mandiri,
Ø  .Life Skill  Subsidi,
Ø  .Life Skill Kerjasama,
Ø  Kelompok Belajar Usaha,
Ø  Taman Bacaan Masyarakat.

Strategi Pengembangan
  1. Program,
  2. Proses Pembelajaran,
  3. Fasilitas,
  4. Personalia,
  5. Lingkungan,
  6. Kemitraan

1.   Strategi Pengembangan Program
Ø  Pencarian Informasi Kependidikan,
Ø  Penjalinan Hubungan Interpersonal dengan Pihak Lain,
Ø  Akses Informasi dari dan ke,
Ø  Koordinasi,
Ø  Menerima Tawaran Program,
Ø  Program disusun Sesuai Kebutuhan.

2.   Strategi Pengembangan Proses Pembelajaran
Ø  Waktu dan Kehadiran,
Ø  Materi Kontekstual,
Ø  Metode Diskusi
Ø  Pemotivasi,
Ø  Kelompok Usaha,
Ø  Informasi Pekerjaan,
Ø  Penjaringan Masukan,
Ø  Pemberian Modal,
Ø  Suasana Akrab,
Ø  Pertukaran Jadwal Tutor.

3.   Strategi Pengembangan Fasilitas
Ø  Pemanfaatan Ruang/Fasilitas Pribadi Pengelola/Yayasan,
Ø  Peminjaman Fasilitas Warga Masyarakat,
Ø  Pengadaan Modul/Buku,
Ø  Kelonggaran Pembayaran biaya pendidikan,
Ø  Pemanfaatan fasilitas Pemerintah.

4.   Strategi Pengembangan Personalia PKBM
Ø  Pelatihan Tutor dan Pengelola,
Ø  Sharing Pengetahuan Antar Personalia,
Ø  Pemanfaatan Fasilitas Internet dan Buku (Belajar Mandiri),
Ø  Dijadikan Lokasi Kunjungan PKBM lain.

5.   Strategi Pengembangan Lingkungan
Ø  Pemanfaatan Kegiatan Sosial,
Ø  Peran Alumni,
Ø  Peran Tokoh Masyarakat,
Ø  Penyebaran Leaflet,
Ø  Pertemuan Rutin Personalia,
Ø  Optimalisasi Tenaga Kependidikan,
Ø  Keterbukaan dan Kepercayaan Pengelolaan.

6.   Strategi Pengembangan Kemitraan
Ø  Kerjasama dengan Lembaga Pendidikan dan Kejuruan (LPK) dan Penyelenggara Pembelajaran Life Skill,
Ø  Kerjasama dengan PT,
Ø  Kerjasama dengan Institusi Terkait,

Ø  Koordinasi dengan Pemerintah Desa/Kelurahan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar